tIng tOng

tIng tOng

Tuesday, October 18, 2011

rasa benci di hati

benci di hati?siapa yang mampu menolak rasa itu datang?bohong jika ada yg kata ada!benci itu seperti sayang,kadang2 kita tak undang,tapi perasaan itu menyelinap di hati,membekas di sanubari.jika benci itu datang kepada kejahatan,sangatlah diundang..namun jika tidak?bagaimana?itulah yg ingin sy share kat sini..bukan mahu share kenapa rasa benci datang tapi layakkah kita untuk membenci?

perasaan benci tidak mampu kita tolak,tapi sedarlah,kita mampu mengawalnya.yakinlah,bahwa benci itu sebenarnya tidak baik utk diri sendiri.dan Allah juga tidak suka..

Dari Muaz bin Jabal ra. meriwayatkan bahawa Nabi SAW bersabda;
Allah SWT memberikan sepenuh perhatian kepada seluruh makhlukNya pada malam 15 Sya’aban dan mengampuni seluruh makhlukNya kecuali dua jenis manusia iaitu mereka yang melakukan syirik kepada Allah dan orang yang ada sifat membenci seseorang dalam hatinya.
(Hadis riwayat Tabrani)

dan ada suatu kisah mengenai benci yg ingin saya ketengahkan di sini..
Suatu hari, ketika Nabi saw sedang berkumpul dengan para sahabat di dekat ka'bah, seorang lelaki asing lewat di hadapan mereka. Setelah lelaki itu berlalu, Nabi berujar kepada para sahabat, ''Dialah ahli surga.'' Dan hal itu dikatakannya sampai tiga kali.

Atas pernyataan Nabi tersebut, timbul penasaran di kalangan para sahabat, terutama Abdullah bin Umar yang memang dikenal sangat kritis. ''Ya, Rasulullah,'' tanya Abdullah, ''Mengapa engkau katakan itu kepada kami, padahal selama ini kami tidak pernah mengenalnya sebagai sahabatmu? Sedang terhadap kami sendiri yang selalu mendampingimu engkau tidak pernah mengatakan hal itu?''

Lalu sebagai seorang uswah, Nabi memberikan jawaban diplomatis yang sangat bijak. ''Jika engkau ingin tahu tentang apa yang aku katakan, silakan engkau tanyakan sendiri kepadanya.'' Karena rasa penasarannya sangat tinggi, suatu hari Abdullah bin Umar menyengajakan diri untuk berkunjung ke rumah orang asing itu.

''Ya, akhie,'' kata Abdullah, ''kemarin sewaktu engkau lewat di hadapan kami, Rasulullah mengatakan bahwa engkau seorang ahli surga. Apa gerangan yang menjadi rahasianya sehingga Rasulullah begitu memuliakanmu?''

Lelaki itu tersenyum, kemudian menjawab, ''Sesungguhnya aku tidak pernah melakukan apa-apa. Aku bahkan tidak memiliki kekayaan apa-apa. Baik ilmu maupun harta yang bisa kusedekahkan. Yang kumiliki hanyalah kecintaan. Kecintaan kepada Allah, kepada Rasulullah dan kepada sesama manusia. Dan setiap malam menjelang tidur, aku selalu berusaha menguatkan rasa cinta itu, sekaligus berusaha menghilangkan perasaan benci yang ada kepada siapa saja. Bahkan terhadap orang-orang kafir sekalipun.''

Memelihara perasaan benci dan marah, berarti menyimpan egoisme. Adanya perasaan benci, berarti adanya sikap untuk menyalahkan orang yang dibenci itu. Dan menyalahkan orang lain berarti membenarkan sikap dan tindakan sendiri.

pernahkah kita terfikir kenapa rasa benci tu sangat mendalam pada org yg dahulunya penuh cinta?atau mudah benci itu  datang pada org yg dekat@yg kita sayang?menurut dari penelitian sy baca,yang menariknya adalah kerana tempat yg control perasaan benci dan cinta itu adalah pada tempat yg sama iaitu di putamen dan insula. mungkin inilah boleh menjawab kenapa ia boleh hadir dalam 1 waktu yg sama.

jadi marilah sama2 kita muhasabah diri...jangan biarkan benci menguasai diri..forgive n forget..sebab andai kata kita berkata kita sudah memaafkannya,namun tidak mampu melupakannya, beerti dalam hati kita masih ada rasa yg tidak sepatutnya ada di situ..jangan biarkan ia merebak membakar hati sendiri..lari sebentar dari apa yg kita benci juga sebenarnya efektif untuk memberi ruang kepada diri utk kembali berfikir dengan baik dan akhirnya sedar dengan apa yg telah ditetapkan Illahi. 

akhir kata,sampai di sini saja apa yg ingin saya share bersama..semoga kita dapat berfikir dengan hati yg tenang dan membiarkan persoalan "layakkah aku membenci?" sedangkan Yang Maha Menyayangi mengajar kita supaya kita menyayangi dan memaafkan..wallahua'lam



No comments:

Post a Comment